SMAN 1 TUMIJAJAR

Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Kab. Tulang Bawang Barat, Prov. Lampung

Sukses Membangun Kecerdasan Spiritual, Emosional dan Intelektual

UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS X IPA 4 SMAN 1 TUMIJAJAR

Selasa, 17 November 2020 ~ Oleh CIU MISRANI, S.Pd. ~ Dilihat 712 Kali

UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS X IPA 4 SMAN 1 TUMIJAJAR

 

OLEH

CIU MISRANI, S.Pd

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses dan hasil peningkatan keterampilan menulis dalam bahasa inggris siswa dengan menggunakan media audio visual di kelas X IPA 4 SMAN 1 Tumijajar.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan datanya dengan menggunakan dokumentasi dan observasi. Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap siklusnya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi yang sama berupa soal tes tertulis pada setiap akhir siklusnya. Setelah data terkumpul, Analisis data dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu untuk menilai tes formatif dan Ketuntasan Belajar. Hasil dari reduksi data tersebut, disajikan dalam bentuk display data dan kemudian terakhir disimpulkan. Hasil penelitian ini adalah media audio visual berupa video animasi dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam bahasa inggris. Bahwa Pembelajaran dengan menggunakan media audio visual berupa video animasi akan membangkitkan semangat belajar siswa di tengah kejenuhan pembelajaran daring.

 

1. Pendahuluan

Keterampilan berbahasa dalam kurikulum terdiri atas empat aspek: yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis, keempat komponen tersebut menjadi faktor utama dalam mengajarkan bahasa inggris sebagai bahasa asing. Komponen-komponen ini akan mengembangkan kemampuan komunikasi siswa baik secara lisan maupun tulisan.  

Dalam menguasai keterampilan bahasa Inggris, menulis merupakan salah satu keterampilan yang dipelajari siswa dalam proses ini. Kegiatan yang sangat penting yang dapat digunakan untuk menuangkan gagasan adalah menulis. Ini digunakan untuk mengukur kompetensi bahasa dan juga menjadi perhatian utama pengajaran bahasa Inggris. Menurut Henry Guntur Tarigan (2008: 3),” keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain.” Menulis termasuk kemampuan mengungkapkan pendapat siswa atau diajarkan secara jelas dan efektif dalam bentuk tertulis. Salah satu aspek dalam ruang lingkup mata pelajaran bahasa Inggris adalah keterampilan menulis, siswa dituntut tidak hanya sekedar mampu, namun setingkat di atasnya yaitu siswa diharapkan untuk terampil dalam menulis. Salah satu kompetensi dasar yang diajarkan pada kelas X semester I adalah menulis teks deskriptif dalam bahasa inggris.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami menulis merupakan suatu aktivitas penting namun pada kenyataannya banyak siswa yang tidak tertarik untuk belajar menulis karena guru melakukan aktivitas yang monoton dalam pembelajarannya, seperti memberikan materi dalam bentuk teks biasa atau melalui ceramah.

Telah dilakukan berbagai upaya oleh guru untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam dalam bahasa inggris. Di antara upaya- upaya yang telah dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :

  1. Menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran.
  2. Menggunakan media dan sumber belajar dari buku paket.
  3. Guru memberikan latihan-latihan dan penugasan-penugasan kepada siswa.

Setelah upaya-upaya tersebut dilakukan, kenyataannya kemampuan siswa dalam menulis dalam bahasa Inggris masih tergolong rendah, kemudian masih mendapat nilai dibawah rata-rata 70 atau belum mampu mencapai KKM yang telah ditetapkan. Dari gejala-gejala tersebut, terlihat bahwa rendahnya kemampuan siswa dalam menulis dalam bahasa Inggris. Keadaan di atas, berkemungkinan dipengaruhi oleh media yang digunakan selama ini yaitu hanya bersumber dari buku paket. Untuk itu peneliti mencoba menerapkan salah satu media pembelajaran lain dalam pembelajaran daring agar tidak membosankan bagi peserta didik dan dapat menarik minat belajar peserta didik. Untuk memecahkan permasalahan siswa dalam menulis dengan bahasa inggris siswa, salah satu media pembelajaran yang dapat diterapkan adalah dengan penerapan media audio visual berupa video animasi. Media audio-visual, yaitu jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan.

 

 2. Metode Penelitian

Metodologi penelitian adalah sebuah upaya sistematis dalam rangka pemecahan masalah yang dilakukan peneliti agara dapat menjawab permasalahan atau fenomena yang terjadi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (Clasroom action research) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, merefleksikan tindakan yang dilakukan dalam dua siklus. Adapun langkah-langkah penelitian tindakan kelas Menurut Hopkins (1993), penelitian tindakan kelas diawali dengan perencanaan tindakan (Planning), penerapan tindakan (action), mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan (Observation and evaluation). Sedangkan prosedur kerja dalam penelitian tindakan kelas terdiri atas empat komponen, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting), dan seterusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan). Gambar dan penjelasan langkah-langkah penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

 

3. Hasil dan Pembahasan

A. Perencanaan

  • Siklus I
  1. Perencanaan (planning)

Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang berupa kegiatan untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti untuk memecahkan masalah yang akan dihadapi. Pada tahapan ini peneliti mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, menyusun pedoman observasi, menyusun rancangan evaluasi, menentukan objek dalam pembelajaran menulis teks interaksi transaksional, dan mempersiapkan alat dokumentasi.

 

  1. Pelaksanaan (action)

Tindakan penelitian merupakan pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat sebelumnya. Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilakukan dalam alokasi waktu 2 x 40 menit. Tahap tindakan dilakukan oleh guru dengan menggunakan media audio visual berupa video animasi. Proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan jadwal pelajaran Bahasa Inggris kelas X IPA 4 SMAN 1 Tumijajar. Materi yang akan diberikan adalah teks interaksi transaksional tindakan memberi dan meminta informasi terkait terkait jati diri.

 

  1. Observasi (observation)

Tahap ini peneliti melakukan pengamatan serta menginterpretasikan aktivitas pemanfaatan media pembelajaran media audio visual berupa video animasi. Observasi dilakukan dengan menganalisa data tes dan non-tes. Data tes yang dianalisis berupa hasil tes menulis serta sikap siswa pada saat diskusi.

 

  1. Refleksi (Reflection)

Refleksi dilaksanakan pada akhir setiap siklus terhadap hasil-hasil yang diperoleh dalam penelitian. Refleksi ini dilakukan dengan menganalisa hasil observasi dan interpretasi sehingga diperoleh kesimpulan hal-hal yang perlu diperbaiki atau disempurnakan dalam pencapaian target. Analisis dilakukan dengan meninjau kembali hasil observasi dan interpretasi terhadap tindakan yang telah dilakukan. Selanjutnya dilakukan refleksi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan tindakan. Selanjutnya peneliti berdiskusi dengan teman sejawat untuk melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang dilakukan sekaligus membicarakan langkah berikutnya demi perbaikan.

 

  • Siklus II

Refleksi pada siklus I diperbaiki pada siklus II, mulai dari perencanaan yang dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan kelas.

  1. Perencanaan (planning)

Mengidetifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah yang terjadi pada tindakan siklus I.

 

  1. Pelaksanaan (action)

Langkah-langkah pada tindakan siklus II sama dengan tindakan siklus I dan ditambah dengan perbaikan perbaikan yang diperoleh dari siklus I.

 

  1. Observasi (observation)

Pengamatan pada tindakan siklus II sama dengan tindakan siklus I.

 

  1. Refleksi (reflection)

Data yang diperoleh selama kegiatan tindakan pada siklus I dan siklus II, apakah terjadi peningkatan atau penurunan. Sehingga dapat diketahui hasil penelitian secara keseluruhaan. Pada siklus II ini peneliti mengharapkan telah berhasil dan mencapai indikator keberhasilan.

 

B. Hasil

Berdasarkan hasil penelitian Upaya Peningkatan keterampilan Menulis Dalam Bahasa Inggris Dengan Menggunakan Media Audio Visual Siswa Kelas X IPA 4 SMAN 1 Tumijajar tahun ajaran 2020/2021 adalah sebagai berikut :

  1. Siklus 1

Pada Siklus I diperoleh data kuantitatif yaitu nilai hasil belajar siswa. Nilai hasil belajar siswa diperoleh melalui tes tertulis, instrument tes yang digunakan berupa lembar evaluasi. Berdasarkan data yang di peroleh diketahui bahwa jumlah siswa ada 30 anak, jumlah nilai 1945 rata-rata nilai siswa 64,83 , nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 40.

Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 70 ada 18 siswa. Jadi, jumlah siswa yang sudah tuntas dalam pembelajaran 18 siswa ( 60% ) sedangkan yang belum tuntas ada 12 siswa ( 40%).

  1. Siklus 2

Langkah- langkah yang ditempuh pada siklus 2 hampir sama dengan langkah- langkah pada siklus 1. Hal yang membedakan siklus 1 dengan siklus 2 adalah pada perencanaannya. Perencanaan siklus 2 didasari oleh hasil refleksi siklus 1, sehingga kekurangan dan kelemahan pada siklus 1 tidak terjadi pada siklus 2. Perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan pada siklus 2 yaitu :

  1. Guru memberi motivasi dan perhatian khusus kepada siswa yang kurang aktif.
  2. Guru memberikan sebuah video pembelajaran berupa video animasi dengan penjelasan materi lebih lengkap dari siklus 1 sehingga siswa dapat lebih memahami materi.
  3. Guru dan siswa berdiskusi dengan tambahan media berupa PPT agar pemahaman terhadap meteri lebih jelas.
  4. Siswa diberi motivasi supaya berani bertanya apabila ada materi yang belum dipahami.
  5. Guru memperhatikan waktu supaya semua kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan dengan waktu yang tepat.

Berdasarkan data yang diperoleh di siklus II bahwa jumlah siswa ada 30 anak, jumlah nilai 2170 rata-rata nilai siswa 72,33, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 50.

 

Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 70 ada 25 siswa. Jadi, jumlah siswa yang sudah tuntas dalam pembelajaran 25 siswa ( 83,33% ) sedangkan yang belum tuntas ada 5 siswa ( 16,67% ).

Hasil tes siklus 2 menunjukkan bahwa dari 30 siswa yang mengikuti tes evaluasi, yang tuntas belajar adalah 25 anak. Dengan demikian terjadi peningkatan sebesar 23,33%,yaitu dari 60% menjadi 83,33%. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan yang baik dari 64,83 menjadi 72,33. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan menulis siswa dengan menggunakan media audio visual berupa video animasi.

Penelitian ini dikatakan berhasil apabila rata-rata nilai tes menulis siswa di atas nilai KKM, yaitu 70 dan siswa yang mendapat nilai di atas KKM minimal sebanyak 80%. Pada akhir Siklus II diperoleh data: rata-rata hasil belajar siswa 72,33 dan jumlah siswa yang sudah tuntas ada 25 anak 83,33%, dan yang belum tuntas 5 anak (16.67%). Jadi, berdasarkan data pada siklus II Penelitian Tindakan Kelas ini dikatakan telah berhasil.

 

 4. Kesimpulan 

                     Fokus bahasan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik kelas X IPA 4 SMAN 1 Tumijajar dalam menulis teks interaksi transaksional. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka dalam bab ini peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual terbukti dapat meningkatkan kemampuan peserta didik kelas X IPA 4 SMAN 1 Tumijajar tahun pelajaran 2020/2021 dalam menulis teks interaksi transaksional dalam bahasa inggris.

Pembelajaran dengan menggunakan media audio visual berupa video animasi akan membangkitkan semangat belajar siswa. Proses pembelajaran daring akan lebih kreatif dan inovatif karena siswa tidak merasa bosan dengan media yang digunakan oleh guru. Dengan menggunakan media audio visual berupa video animasi proses pembelajaran akan lebih menyenangkan, aktif, kreatif dan tidak membosankan sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

 

Bibliografi

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Asyar, Rayanda. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press.

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, cet.6, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005)

Brown, Gillian and Yule, George. (1999). Teaching the Spoken Language. Cambridge University Press.

Brown, H. Douglas. 2001. Teaching by Principle: and Interactive Approach to Language Pedagogy. 2nd ed. New York: A Pearson Education Company.

Hopkins, David. 1993. A Teacher’s Guide to Classroom Research. Philadelphia: Open University Press.

Sudjana, Nana. (2004). Penilaian Hasil Belajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Spratt, M, Pulvernes, A and Williams, M. 2005. The Teaching Knowledge Test Course. Cambridge: Cambridge University Press.

Tarigan, S Hery Guntur, R. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Edisi revisi. Bandung: Angkas.

http://fatkhan.web.id/pengertian-media-pembelajaran-audio-visual/

https://id.wikipedia.org/wiki/Menulis

https://www.padamu.net/pengertian-menulis

 

  1. TULISAN TERKAIT